Jejak Panjang Bernama Pajang, Gerbang Langit Nusantara di Kota Tangerang

Kota Tangerang,Djawaranews.com – Sebuah catatan sejarah yang mendalam mengenai asal-usul wilayah di Kota Tangerang menyajikan kisah transformatif yang memikat.
Dalam bukunya Burhanudin yang berjudul “Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang” menerangkan, Kelurahan Pajang di Kecamatan Benda, kini dikenal sebagai kawasan strategis penunjang Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Namun di balik deru mesin pesawat yang melintas setiap hari, wilayah ini menyimpan catatan sejarah panjang tentang transformasi ruang, dari sebuah ‘kampong’ terpencil berhias hamparan sawah menjadi pilar penting pembangunan nasional.
Kisah transformatif ini diulas secara mendalam, dalam buku karya Burhanudin yang berjudul Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang.
Dalam catatannya, Burhanudin memotret bagaimana modernisasi perlahan mengubah total lanskap geografis dan sosial masyarakat Pajang.
“Secara administratif, Kelurahan Pajang resmi berdiri pada tahun 2002 berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No. 16 Tahun 2000. Sebelum mengalami pemekaran, Pajang merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Batuceper, bersanding dengan desa-desa historis lainnya seperti Neglasari, Selapajang Jaya, Benda dan Jurumudi,” tulisnya.
Menurutnya, titik balik perubahan besar wilayah ini dimulai pada awal tahun 1970-an. Saat itu, Pemerintah Indonesia mulai mencari lokasi potensial untuk membangun bandara baru guna menggantikan peran Bandara Kemayoran di Jakarta Pusat dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur yang kapasitasnya mulai terbatas.
“Setelah mengkaji beberapa alternatif lokasi bersama United States Agency for International Development (USAID) termasuk Malaka, Babakan, Jonggol dan Curug, yang menjadi pilihan akhirnya jatuh pada kawasan Tangerang Utara, yang kini kita kenal sebagai Kecamatan Benda,” jelas Burhanudin.
Selain itu, pembangunan fisik proyek mega-infrastruktur ini diawali dengan pemasangan tiang pancang pertama pada tahun 1975. Momentum ini menandai awal dibangunnya gerbang baru Nusantara.
Tahap pertama, konstruksi bandara akhirnya rampung pada 1 Desember 1984. Keberhasilan ini disusul oleh masa transisi operasional penuh yang berlangsung antara tahun 1982 hingga 1985, yang secara resmi mengalihkan seluruh aktivitas penerbangan sipil dari bandara lama ke Tangerang.
“Kini, Kelurahan Pajang telah sepenuhnya bersolek. Dari sebuah kampung agraris yang sunyi, Pajang telah bermutasi menjadi kelurahan maju yang berdiri tegak sebagai penopang utama gerbang internasional Indonesia,” tutup Burhanudin.(Ad)






