Kebakaran Lahan Kosong Perumahan Senopati Kota Serang, Warga Soroti Tanggung Jawab Developer

SERANG, DJAWARANEWS.COM – Kebakaran melanda lahan kosong di kawasan Perumahan Senopati, Kota Serang, Sabtu (7/11/2026). Api membakar rumput dan material kering di area yang belum dibangun hingga memicu kepulan asap tebal di sekitar lokasi.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, personel BPBD Provinsi Banten, Damkar Kota Serang bersama Polda Banten turun langsung ke lokasi untuk membantu memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas ke area sekitar.
Peristiwa ini sekaligus memunculkan sorotan warga terhadap tanggung jawab pihak pengembang atau developer dalam menjaga dan merawat lahan kosong di kawasan perumahan.
Rumput yang tumbuh tinggi dan mengering dinilai berpotensi mempercepat penyebaran api, terutama saat cuaca panas dan kondisi lingkungan kering.
Ketua RT 2 Perumahan Senopati Taman Krisan, Atut, meminta pihak developer lebih memperhatikan pemeliharaan lahan yang belum dibangun.
“Developer harus bertanggung jawab terhadap kondisi lahan yang belum dibangun. Jangan sampai rumput dibiarkan tinggi dan kering hingga berpotensi menimbulkan kebakaran. Perawatan harus dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika sudah terjadi masalah,” ungkap Atut.
Menurutnya, pemangkasan rumput dan pembersihan area secara berkala merupakan langkah penting untuk mengantisipasi kebakaran sekaligus menjaga keamanan dan kenyamanan penghuni perumahan.
Selain menyoroti tanggung jawab developer, Atut juga mengimbau masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah, terutama saat cuaca panas dan kondisi lahan kering.
Pembakaran sampah yang tidak terkendali berpotensi memicu api menjalar ke rumput dan semak kering hingga menyebabkan kebakaran lebih luas.
Warga berharap pihak pengembang segera melakukan pemangkasan rumput serta membersihkan lahan kosong secara rutin. Langkah preventif tersebut dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Menurut warga, tanggung jawab pengembang terhadap kawasan perumahan tidak hanya sebatas pembangunan, tetapi juga pemeliharaan lingkungan agar tetap bersih, aman, dan tidak membahayakan masyarakat.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara developer, masyarakat, dan pihak terkait dalam menjaga lingkungan perumahan dari potensi kebakaran, khususnya saat musim kemarau. (Trg)







