Advertorial
Trending

Pemkab Tangerang Tegaskan Komitmen Turunkan dan Cegah Kasus Baru Stunting

Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali menegaskan komitmennya dalam menurunkan angka stunting serta mencegah kasus baru stunting melalui Gerakan Cegah Stunting. Dalam acara tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Sri Indriyani, MKM memaparkan sejumlah strategi serta capaian terkini terkait penanganan stunting di Kabupaten Tangerang.

Menurut dr. Sri Indriyani, stunting tidak terjadi secara mendadak, melainkan merupakan akibat dari berbagai faktor yang berlangsung dalam jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa ada dua kategori penyebab stunting: faktor spesifik dan faktor sensitif. Faktor spesifik berkaitan langsung dengan kesehatan, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

“Selama 1.000 HPK inilah kita bentuk generasi yang sehat dan bebas stunting. Ibu hamil harus sehat, mendapat asupan gizi yang cukup, dan setelah lahir, bayi harus mendapatkan ASI eksklusif,” terang dr. Sri saat kegiatan Gerakan Cegah Stunting di Aula Pendopo Kabupaten Tangerang. Senin, (4/8/25)

Ia menambahkan, pemberian ASI eksklusif terbukti dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan bayi hingga 13%. Selain itu, lingkungan yang bersih, makanan bergizi, dan sanitasi yang layak juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak.

Lebih lanjut, dr. Sri juga memaparkan peran besar Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam pencegahan stunting. Sejak tahun 2022, Pemkab telah membentuk Tim Gebrak Tegas, yang terdiri dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengawal penanganan stunting di 29 kecamatan.

“Kami juga menempatkan 29 dokter spesialis anak di Puskesmas dan menyiapkan anggaran untuk pemberian makanan tambahan lokal bagi balita dan ibu hamil dengan masalah gizi,” ungkapnya.

Program Grebeg Posyandu juga disebut sebagai salah satu langkah strategis. Melalui kegiatan tersebut, seluruh balita di Kabupaten Tangerang diwajibkan menjalani pengukuran dan penimbangan secara rutin. Hasilnya, pada tahun 2024 hingga pertengahan 2025, angka stunting di Kabupaten Tangerang berhasil turun dari 7,7% pada tahun 2024 menjadi 7,3% di tahun 2025

Sebagai pesan penutup, dr. Sri mengajak seluruh masyarakat, khususnya para ibu balita, untuk aktif berperan dalam upaya pencegahan stunting.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ibu-ibu harus pastikan anaknya ditimbang sebulan sekali di Posyandu, dan betul-betul memperhatikan asupan gizi. Kalau ditemukan sejak dini, stunting bisa dicegah dan ditangani,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat, Kabupaten Tangerang menargetkan penurunan stunting yang lebih signifikan di tahun-tahun mendatang, demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif. (Adv)

jasa website murah

Berita Terkait

Back to top button
Djawara News