Jakarta

Pemprov DKI Dukung Sarasehan Nasional Keraton Nusantara, Perkuat Pelestarian Budaya dan Persatuan Bangsa

Jakarta,Djawaranews.com  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendukung penuh penyelenggaraan Sarasehan Nasional Keraton Nusantara dan Musyawarah Agung Raja-Sultan Nusantara Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) 2026 pada 15–18 Oktober 2026 di Jakarta. Kegiatan ini akan dihadiri sekitar 150–200 raja, sultan, pemangku adat, dan pelestari budaya keraton dari berbagai wilayah di Indonesia.
Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochammad Miftahulloh Tamary, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang bertukar pandangan mengenai peran keraton dalam menjaga persatuan bangsa, sekaligus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya Nusantara.
“Para peserta akan membahas peran historis dan kekinian keraton sebagai perekat persatuan bangsa, tantangan pelestarian warisan budaya, serta peluang kolaborasi untuk menjadikan Jakarta sebagai etalase budaya Nusantara menjelang lima abad Jakarta,” ujar Miftahulloh di Jakarta, Rabu (14/10).
Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta melalui perangkat daerah terkait siap bersinergi untuk menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk memfasilitasi para peserta mengenal kekayaan budaya Ibu Kota.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta akan menampilkan tarian selamat datang serta memfasilitasi kunjungan ke Museum Sejarah Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik serta Museum Wayang pada 15 Oktober 2026. Ketiga museum tersebut dipilih karena menyimpan dan merepresentasikan kekayaan seni serta budaya Nusantara.
“Jakarta memiliki kekayaan budaya yang beragam. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan pengalaman sekaligus memperlihatkan upaya pelestarian warisan budaya yang dilakukan di Jakarta,” kata Miftahulloh.
Sementara itu, Ketua Umum FSKN, YM Brigjen Pol. (Purn.) Mapparessa, mengatakan pertemuan ini menjadi momentum untuk menyatukan aspirasi para pemangku keraton. Selain mendorong kebijakan perlindungan warisan budaya, forum tersebut diharapkan memperkuat sinergi antara keraton dan pemerintah pusat maupun daerah dalam pengembangan ekonomi kreatif serta pariwisata budaya.
“Keraton-keraton Nusantara adalah akar persatuan bangsa Indonesia. Melalui sarasehan ini, kami ingin mengajak semua pihak bersama-sama mendorong pembentukan kerangka hukum yang melindungi warisan leluhur, sekaligus menjadikan Jakarta sebagai jendela utama untuk memperkenalkan keindahan budaya Nusantara kepada dunia,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber dari kementerian, pemerintah daerah, kalangan akademisi, dan pemangku adat akan menyampaikan pandangan mengenai pelestarian budaya keraton dan pengembangan budaya Jakarta.
Forum ini juga akan merumuskan rekomendasi untuk disampaikan kepada pemerintah, termasuk terkait pengesahan Undang-Undang Perlindungan dan Pelestarian Budaya Keraton Nusantara serta program pengembangan budaya Jakarta menjelang peringatan lima abad Jakarta.
Pada tanggal 18 Oktober 2026, para raja dan sultan dari FSKN juga akan menghadiri Karnaval Sarendo-Rendo di Bundaran Hotel Indonesia. Kehadiran para raja dan sultan dalam event kebudayaan bernuansa Betawi ini memberikan gambaran tentang budaya masyarakat Jakarta sebagai sebuah melting pot kebudayaan dunia yang senantiasa merangkul para pelestari tradisi dari seluruh wilayah Nusantara.
Sarasehan Nasional Keraton Nusantara mengangkat dua tema utama. Pertama, Peran Strategis Keraton Nusantara dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa serta Perlunya Undang-Undang Perlindungan dan Pelestarian Budaya Keraton Nusantara. Kedua, Mewujudkan Jakarta sebagai Etalase Keindahan Budaya Nusantara Menyongsong Lima Abad Jakarta.
Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Pemprov DKI Jakarta, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Musyawarah Agung Raja-Sultan Nusantara diharapkan menjadi wadah untuk menyatukan langkah dan aspirasi dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat peran keraton dalam kehidupan kebangsaan.(Red)

Berita Terkait

Back to top button
Djawara News