Pengabdian Kepada Masyarakat, Dosen Prodi Kesehatan Lingkungan FKM UNSRI Gelar Gerakan Desa Bersih di Desa Kerta Mulya

Muara Enim, Djawaranews.com – Dosen Program Studi S1 Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sriwijaya (FKM UNSRI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Kerta Mulya, Kabupaten Muara Enim.
Kegiatan yang mengusung tema “Gerakan Desa Bersih: Disiplin Buang Sampah, Dari Rumah Sampai TPS” ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga yang benar serta penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lingkungan desa.
Tim dosen pelaksana terdiri atas Jhon Wesly Sitanggang, S.K.L., M.K.M., Selly Faradiba, S.ST., M.Kes., dan Seri Ulina Purba, S.K.M., M.K.M., dengan Seri Ulina Purba, S.K.M., M.K.M., bertindak sebagai pemateri utama. Kegiatan berlangsung di halaman rumah Kepala Desa Kerta Mulya, dan dihadiri oleh Kepala Desa beserta perangkatnya, Sekretaris Desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), para ketua RT/RW, serta masyarakat setempat yang hadir dengan antusias.
Sebelum sosialisasi dimulai, peserta diberikan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Setelah sesi penyuluhan dan diskusi interaktif, kegiatan dilanjutkan dengan post-test yang dilakukan setelah sosialisasi. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan — seluruh peserta berhasil menjawab benar semua pertanyaan. Hal ini menandakan bahwa materi yang disampaikan mudah dipahami dan efektif meningkatkan kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
Dalam pemaparannya, Seri Ulina Purba, S.K.M., M.K.M., menjelaskan kondisi terkini timbulan sampah di Indonesia, Sumatera Selatan, dan Kabupaten Muara Enim berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup tahun 2025. Secara nasional, timbulan sampah meningkat tajam pada tahun 2023 hingga mencapai 43,2 juta ton sebelum menurun menjadi 31,8 juta ton pada tahun 2024. Tren serupa juga terjadi di Sumatera Selatan dan Kabupaten Muara Enim yang menunjukkan penurunan signifikan sejak 2021 dan kini relatif stabil. Penurunan ini dianggap sebagai hasil dari meningkatnya kesadaran masyarakat dan penerapan pengelolaan sampah dari sumbernya.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa rumah tangga merupakan penyumbang sampah terbesar, mencapai lebih dari 50% dari total timbulan sampah nasional. Oleh karena itu, peran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah menjadi kunci utama keberhasilan program kebersihan lingkungan. Masyarakat diajak menerapkan prinsip 3R, yakni mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, dan mendaur ulang sampah agar bernilai ekonomi.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Desa Kerta Mulya, yang telah menyediakan tempat sampah di setiap RT serta bentor (becak motor) untuk pengumpulan dan pengangkutan sampah rumah tangga menuju Tempat Penampungan Sementara (TPS). Program ini merupakan langkah konkret dalam membangun sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis partisipasi masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga aktif bertanya mengenai berbagai hal terkait pengelolaan sampah rumah tangga, seperti cara mengelola sampah B3 (bahan berbahaya dan beracun) seperti botol bekas racun pertanian, pembuatan pupuk kompos dari sisa makanan dan daun kering, pengelolaan botol bekas parfum agar tidak mencemari lingkungan, serta penanganan sampah popok bayi yang aman dan higienis. Beberapa warga juga menyampaikan ide untuk mendirikan bank sampah desa sebagai wadah pengumpulan dan penjualan sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai memandang sampah bukan hanya sebagai limbah, tetapi juga sebagai sumber daya yang bernilai dan berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga maupun desa.

Selain memberikan edukasi, tim dosen juga membagikan leaflet berisi informasi tentang pemilahan sampah rumah tangga dan penerapan prinsip 3R, yang dapat digunakan masyarakat sebagai panduan praktis di rumah. Media ini diharapkan membantu setiap keluarga dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta mendukung kebiasaan membuang sampah pada tempatnya secara konsisten.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, Kepala Desa, Sekretaris Desa, anggota BPD, RT/RW, dan masyarakat berkomitmen untuk membangun fasilitas pengelolaan sampah yang bernilai ekonomi, seperti rumah kompos dan tempat daur ulang sederhana. Melalui fasilitas ini, masyarakat diharapkan mampu mengelola sampah secara mandiri sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari hasil daur ulang. Inisiatif ini menjadi langkah awal menuju terbentuknya kelompok pengelola sampah berbasis masyarakat yang menerapkan prinsip 3R secara berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, anggota BPD Desa Kerta Mulya menyampaikan apresiasi kepada tim dosen FKM UNSRI atas kegiatan yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat. Pihaknya juga mengharapkan agar kegiatan pengabdian masyarakat dapat dilanjutkan dalam bentuk aksi nyata di Desa Kerta Mulya, khususnya dalam pembentukan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Hal ini dianggap penting untuk memastikan keberlanjutan program dan mendukung terwujudnya desa bersih serta masyarakat yang mandiri dalam mengelola lingkungannya.
Menanggapi hal tersebut, tim dosen FKM UNSRI menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Desa Kerta Mulya dan akan mempertimbangkan untuk melanjutkan program pengabdian masyarakat secara berkelanjutan. Rencana tindak lanjut yang sedang dikaji meliputi pemberdayaan warga dalam pendirian bank sampah dan pelatihan pengolahan kompos rumah tangga, sebagai langkah awal untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menciptakan peluang peningkatan kesejahteraan ekonomi keluarga.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen FKM UNSRI dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Kerta Mulya diharapkan dapat berkembang menjadi desa percontohan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kabupaten Muara Enim dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lainnya di Sumatera Selatan.







