Implementasi Pendidikan Karakter di SMPN 24 Kota Tangerang Dimulai Sejak Siswa Tiba di Gerbang Sekolah

Tangerang, Djawaranews.com – Pagi baru saja dimulai ketika satu per satu siswa melangkah memasuki gerbang SMPN 24 Kota Tangerang. Senyum Kepala Sekolah bersama para guru menyambut setiap anak yang datang. Sapaan hangat, salam, dan jabat tangan sederhana menjadi rutinitas yang tak pernah terlewat.
Bagi sebagian orang, pemandangan itu mungkin tampak sebagai kebiasaan biasa. Namun, di SMPN 24 Kota Tangerang, momen tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang dibangun melalui pembiasaan setiap hari.
“Bagi kami, pendidikan karakter dimulai sejak anak menginjakkan kaki di sekolah,” ujar Plt Kepala SMPN 24 Kota Tangerang, Sidan Azis S. Ag, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, penyambutan siswa setiap pagi bukan sekadar formalitas. Kehadiran guru di gerbang merupakan bentuk perhatian sekaligus simbol bahwa setiap anak diterima, dihargai, dan menjadi bagian penting dari lingkungan sekolah. Dari kebiasaan sederhana itu, sekolah menanamkan nilai disiplin, rasa hormat, tanggung jawab, serta budaya saling menghargai.
Setelah aktivitas pagi dimulai, pembentukan karakter berlanjut melalui berbagai kegiatan positif, termasuk pembiasaan keagamaan. Siswa didorong untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, sekolah juga berupaya membentuk pribadi yang berakhlak, toleran, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
“Karakter yang baik harus dibangun melalui pembiasaan. Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan mampu hidup berdampingan dengan siapa pun,” kata Sidan Azis S. Ag.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan karakter tidak dapat diwujudkan oleh sekolah semata. Peran orang tua dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan positif peserta didik. Karena itu, sekolah terus memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar nilai-nilai karakter diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
“Kami berkomitmen menjadikan SMPN 24 Kota Tangerang sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, berintegritas, peduli terhadap sesama, serta memiliki rasa tanggung jawab. Sekolah Ramah Anak menjadi bagian penting dari komitmen tersebut agar setiap anak merasa aman, nyaman, dan bahagia selama mengikuti proses pembelajaran,” ujarnya.
Komitmen itu berjalan beriringan dengan upaya sekolah mengembangkan potensi peserta didik. Melalui berbagai program pembinaan dan kegiatan ekstrakurikuler, siswa diberi ruang untuk mengembangkan minat dan bakat, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Berbagai prestasi pun berhasil diraih para siswa dalam sejumlah kompetisi. Namun, bagi Sidan Azis S. Ag, keberhasilan sekolah tidak semata-mata diukur dari banyaknya piala yang tersimpan di lemari prestasi.
“Yang lebih penting adalah bagaimana sekolah mampu menjadi rumah kedua bagi setiap anak. Ketika mereka merasa diterima, dihargai, dan difasilitasi untuk berkembang, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, sekaligus mampu berprestasi,” tuturnya.
Semangat itulah yang mendorong SMPN 24 Kota Tangerang membangun lingkungan belajar yang ramah, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta didik, termasuk memberikan kesempatan belajar yang setara bagi siswa penyandang disabilitas. Setiap anak didorong untuk berkembang sesuai potensi yang dimiliki tanpa perlakuan yang berbeda.
Atas komitmen tersebut, sekolah memperoleh predikat sebagai Sekolah Inklusi. Pengakuan itu menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang memberikan kesempatan belajar bagi seluruh peserta didik.
Di sisi lain, kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah. Melalui pembiasaan menjaga kebersihan, merawat lingkungan, dan menumbuhkan tanggung jawab terhadap alam sekitar, SMPN 24 Kota Tangerang meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri.
Bagi Sidan, karakter, prestasi, dan kepedulian merupakan tiga hal yang tidak dapat dipisahkan. Ketiganya tumbuh melalui keteladanan dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan akademik yang baik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, serta peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Itulah tujuan pendidikan yang ingin kami wujudkan di SMPN 24 Kota Tangerang,” katanya.
Di SMPN 24 Kota Tangerang, pendidikan karakter bukan sekadar slogan yang terpampang di dinding sekolah. Nilai-nilai itu hadir dalam senyum penyambut di gerbang setiap pagi, doa yang dipanjatkan bersama sebelum belajar, semangat mengejar prestasi, hingga kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.
Dari kebiasaan-kebiasaan sederhana itulah, sekolah berupaya menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berempati, berintegritas, dan siap menjadi bagian dari masyarakat. (Ad)







