Kota Tangerang

Pantauan ISPU KLH: Kualitas Udara Kota Tangerang Hari Ini Masih dalam Baku Mutu

Kota Tangerang,Djawaranews.com – Kualitas udara di Kota Tangerang hari ini masih menunjukkan kondisi dalam baku mutu berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Pemantauan dilakukan melalui empat stasiun pemantauan kualitas udara, yakni Kalipasir, Pasir Jaya, Benteng Betawi, dan Karang Tengah. Hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara berada pada kategori baik hingga sedang.

”Berdasarkan data tersebut, kondisi udara di empat titik pemantauan masih berada dalam kondisi aman. Masyarakat dapat tetap menjalankan aktivitas dengan memperhatikan kondisi lingkungan dan informasi kualitas udara terkini,” papar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Yudi Pradana, Rabu (9/9/26).

Di Stasiun Kalipasir, kualitas udara tercatat dalam kategori baik dengan nilai ISPU 50. Parameter kritis yang terpantau pada titik ini adalah Particulate Matter (PM10). Sementara itu, Stasiun Karang Tengah mencatat nilai ISPU 73 dengan kategori sedang. Parameter kritis yang terpantau adalah sulfur dioksida (SO₂).

Selanjutnya, Stasiun Pasir Jaya juga menunjukkan kategori sedang dengan nilai ISPU 74. Parameter kritis pada titik pemantauan ini adalah Particulate Matter (PM2,5). Adapun Stasiun Benteng Betawi mencatat nilai ISPU 61 dan masuk kategori sedang, dengan karbon monoksida (CO) sebagai parameter kritis yang terpantau.

“Secara keseluruhan, hasil pemantauan pada empat stasiun tersebut menunjukkan kualitas udara Kota Tangerang masih berada dalam baku mutu. Data ini menjadi salah satu indikator dalam memantau kondisi udara secara berkala di wilayah Kota Tangerang,” terangnya.

Pemantauan kualitas udara juga penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat, terutama di tengah meningkatnya perhatian terhadap kondisi lingkungan dan potensi paparan partikulat di udara.

Pemerintah Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dari sumber resmi. Masyarakat juga diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.(Ad)

 

Berita Terkait

Back to top button
Djawara News