Reses di Pegadingan, H. Yendi Yanto Serap Aspirasi Warga soal Desil, BPJS Nonaktif hingga Banjir

SERANG, djawaranews.com – Anggota DPRD Kabupaten Serang Fraksi NasDem Komisi I, H. Yendi Yanto, menggelar Reses Masa Persidangan Kesatu Tahun Persidangan 2026–2027 di Kampung Tegal Tanjung, Desa Pegadingan, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari ketidaksesuaian data desil, BPJS Kesehatan PBI nonaktif, persoalan banjir, hingga pembangunan infrastruktur lingkungan.
Dalam sambutannya, H. Yendi Yanto mengatakan bahwa reses merupakan kesempatan untuk menyerap dan memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan.
“Kita memperjuangkan kebutuhan dasar masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, termasuk administrasi kependudukan. Kita sedang mendorong agar Dinas Dukcapil mendapatkan anggaran maksimal untuk perekaman KTP dan administrasi lainnya. Dengan anggaran yang cukup, insyaallah kebutuhan dasar masyarakat bisa diatasi. Kita juga mendorong agar segera dilakukan pendataan BPJS Kesehatan PBI, sehingga masyarakat yang kepesertaannya tidak aktif bisa kembali aktif,” ujarnya.
Yendi juga menyampaikan bahwa dirinya aktif melakukan kegiatan sosial secara mandiri untuk membantu masyarakat. Salah satunya melalui normalisasi Kali Kejayan sepanjang 3,5 kilometer yang melintasi Desa Pegadingan dan Desa Tonjong. Normalisasi tersebut dilakukan bersama masyarakat karena wilayah itu kerap mengalami banjir setiap musim penghujan.
“Karena banyak keluhan masyarakat Kampung Kejayan, saya sebagai anggota dewan merasa prihatin. Akhirnya, bersama masyarakat kami melakukan normalisasi Kali Kejayan sepanjang 3,5 kilometer. Alhamdulillah, sudah selesai,” ungkapnya.
Selama dua tahun menjadi anggota DPRD Kabupaten Serang, Yendi juga telah memperjuangkan sejumlah pembangunan berdasarkan aspirasi masyarakat. Di antaranya pembangunan jalan di Beton, Pamengkang sepanjang 600 meter dan di Pelamunan, Lebak Menggeh sepanjang 650 meter, serta beberapa pembangunan lainnya.
Selain itu, H. Yendi Yanto tengah memperjuangkan agar masyarakat kategori tidak mampu dapat memperoleh Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), yang sebelumnya dikenal sebagai IMB, tanpa dikenakan biaya sehingga tidak membebani masyarakat dalam mengurus legalitas bangunan.
Dalam sesi dialog, Kepala Desa Pegadingan menyampaikan keluhan terkait ketidaksesuaian data desil warga yang berdampak terhadap kepesertaan BPJS Kesehatan dan akses pendidikan anak-anak. Ia berharap persoalan tersebut segera mendapatkan penyelesaian.
Nasrullah selaku tokoh masyarakat juga menyoroti banyaknya warga kurang mampu yang tidak mendapatkan bantuan sosial akibat ketidaksesuaian data desil. Bahkan, sejumlah warga mengalami penonaktifan BPJS Kesehatan.
Sementara itu, Asturi selaku Ketua RT mengeluhkan wilayahnya yang kerap mengalami banjir akibat kiriman air dari kawasan Perumahan Pegadingan Permai. Ia berharap H. Yendi Yanto dapat membantu mencarikan solusi terbaik.
Aspirasi lainnya disampaikan Masturi selaku Ketua Pemuda. Ia mempertanyakan rencana pembangunan saluran drainase atau got yang sebelumnya telah disampaikan, tetapi hingga kini belum terealisasi.
Melalui kegiatan reses tersebut, masyarakat berharap berbagai persoalan yang disampaikan, mulai dari ketidaksesuaian data desil, BPJS Kesehatan nonaktif, banjir, hingga pembangunan drainase, dapat diperjuangkan dan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. (Trg)







