Dukung Pekerja Punya Akses Hunian Layak, BPJS Ketenagakerjaan Mulai Bangun Griya Pekerja

Jakarta, Djawaranews.com – BPJS Ketenagakerjaan bersama pemerintah resmi memulai pembangunan proyek Griya Pekerja, hunian sewa terjangkau bagi para pekerja, yang akan direalisasikan di lima lokasi di Indonesia. Pembangunan tahap pertama ditandai dengan seremoni groundbreaking di kawasan Pasar Minggu, Jakarta, pada selasa (4/11/2025).
Direktur BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung kesejahteraan pekerja melalui penyediaan hunian layak dan terjangkau.
“Insyaallah akan ada di lima titik pembangunan. Hari ini kita saksikan salah satu titik di Pasar Minggu, Jakarta. Selanjutnya empat titik lain akan dibangun di Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, dan Jawa Barat,” ujar Pramudya dalam konferensi pers di Jakarta.
Ia menambahkan, pembangunan di wilayah Jawa Barat akan menjadi prioritas pada 2026, disusul Jawa Timur, dan terakhir di Banten. Seluruh proyek Griya Pekerja ditargetkan rampung pada tahun 2029 dengan kapasitas hingga 10.000 pekerja di setiap kawasan.
Hunian Griya Pekerja dirancang dalam bentuk rumah susun sewa (rusunawa), dengan masa sewa maksimal tiga tahun. Skema ini diharapkan menjadi “rumah transit” bagi pekerja sebelum memiliki hunian permanen.
“Sesuai dengan peraturan pemerintah, Griya Pekerja berbentuk rumah sewa. Harapannya menjadi terminasi pertama bagi pekerja menyiapkan hunian permanen, sambil menekan biaya hidup karena lokasinya dekat dengan kawasan industri dan transportasi umum,” jelas Pramudya.
Meski tarif sewa belum diumumkan secara resmi, Pramudya mencontohkan proyek serupa di Batam yang mematok harga antara Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta per bulan.
Selain lokasi yang strategis, kriteria penghuni Griya Pekerja juga telah ditetapkan. Pekerja harus merupakan peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, berasal dari perusahaan yang tertib membayar iuran, serta memiliki penghasilan di bawah batas maksimum yang akan diumumkan kemudian.
“Pendaftaran akan dilakukan dengan sistem first in first out. Begitu pembangunan selesai, kami akan segera membuka pendaftaran bagi pekerja yang memenuhi kriteria,” tambahnya.
Sejalan dengan Kantor Pusat, dilokasi berbeda Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Salemba, Brian Aprinto menyampaikan perumahan merupakan kebutuhan penting bagi kesejahteraan pekerja dan keluarganya, upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung kesejahteraan pekerja melalui penyediaan perumahan bagi pekerja dan program MLT perumahan yg merupakan subsidi bunga kepemilikan rumah untuk mendukung fasilitas perumahan dan meningkatkan daya beli bagi pekerja dan keluarganya.







