Olahraga

Kemenpora dan Pemprov DKI Jakarta Perkuat Kolaborasi dalam Wirasena Youth Camp

Jakarta,Djawaranews.com  – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI mendorong peserta Wirasena Youth Camp 2026 untuk menerapkan nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui aksi nyata di daerah masing-masing. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Intimate Dinner Wirasena Youth Camp 2026 bertajuk “Harmoni dengan Diri, Sesama, dan Semesta Berdampak untuk Indonesia” yang digelar bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Senin (26/10).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Suyadi Pawiro, dan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto.

Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran Wirasena Youth Camp yang bertujuan memperkuat karakter, kapasitas kepemimpinan, serta jejaring kolaborasi pemuda lintas daerah. Pengalaman selama mengikuti program diharapkan menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan potensi daerah dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Suyadi Pawiro menegaskan bahwa Wirasena Youth Camp bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal bagi pemuda untuk mengambil peran lebih besar di daerah masing-masing.

“Wirasena tidak berakhir besok. Untuk mencapai mimpi dan cita-cita, ada tahapan yang harus dilakukan, mulai dari membangun kolaborasi, memperluas jejaring, hingga berbagi pengalaman. Saya yakin, di tangan anak-anak muda ini, Indonesia dapat dibangun menjadi lebih baik,” ujarnya.

Suyadi juga menekankan pentingnya pembelajaran antardaerah. Menurutnya, Provinsi DKI Jakarta dapat menjadi salah satu referensi bagi peserta untuk memahami praktik dan tantangan pembangunan, yang selanjutnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah masing-masing.

Sementara itu, Uus Kuswanto menyampaikan kebanggaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena dapat menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Wirasena Youth Camp 2026. Ia berharap pengalaman peserta selama berada di Jakarta dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan daerah asal mereka.

“Kami berharap Jakarta bisa menjadi laboratorium bagi teman-teman dari daerah untuk belajar dan mengambil hal-hal positif yang dapat dikembangkan di daerah masing-masing. Jakarta juga terus berupaya menjaga keberagaman karena merupakan aset bangsa yang harus kita rawat bersama,” ungkapnya.

Uus juga menyampaikan pesan Gubernur DKI Jakarta agar generasi muda terus bergerak maju dan melakukan pembenahan. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membuka ruang kolaborasi antarpemuda dari berbagai daerah.

Semangat untuk menerapkan hasil pembelajaran di daerah masing-masing turut disampaikan oleh peserta dan fasilitator Wirasena Youth Camp 2026. I Kadek Ria Febri Yana dari Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya kesempatan untuk lebih mengenal diri sendiri sekaligus mempelajari berbagai potensi yang dapat dikembangkan dari pengalaman di Jakarta.

Setelah kembali ke daerah asal, ia berharap dapat berkontribusi melalui berbagai program tindak lanjut, termasuk mendorong restorasi hutan yang terbakar.

Sementara itu, Theovanny Demianus Jacob dari Papua mengaku memperoleh pengalaman berharga dan teman baru selama mengikuti kegiatan. Ia berharap pengalaman tersebut dapat memotivasi generasi muda Papua untuk terus berkembang. Ia juga berharap potensi produk lokal, seperti tepung sagu, dapat semakin dikenal dan dikembangkan.

Hal senada disampaikan Ni Ketut Alit Astuti dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia berharap nilai patriotik, gigih, dan empatik yang dipelajari selama Wirasena Youth Camp dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diwujudkan melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Harapannya, setelah kembali ke daerah masing-masing, kami bisa bergerak dan memberikan kontribusi nyata, sehingga meninggalkan warisan yang bermanfaat bagi generasi selanjutnya,” tuturnya.

Melalui Wirasena Youth Camp 2026, Kemenpora berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman selama program berlangsung, tetapi juga melanjutkan pembelajaran melalui aksi nyata, memperkuat kolaborasi lintas daerah, dan berkontribusi bagi pembangunan kepemudaan di Indonesia.

Kegiatan ditutup dengan pertukaran cendera mata antara Kemenpora dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai simbol apresiasi sekaligus penguatan hubungan kerja sama. (Red)

Berita Terkait

Back to top button
Djawara News