Pandeglang

Menhan RI Tekankan Kesiapsiagaan Yonif TP 842/BS, Danrem 064/MY Dampingi Kunjungan

PANDEGLANG,Djawaranews.com Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya kesiapsiagaan prajurit Yonif TP 842/BS dalam menjalankan tugas pertahanan sekaligus memberikan rasa aman dan manfaat bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat Menhan melakukan kunjungan kerja dan meninjau Yonif TP 842/BS di Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (10/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menhan RI turut didampingi Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto S.Sos., M.M., bersama jajaran pimpinan TNI di wilayah Banten.

Di hadapan prajurit, Menhan menyoroti posisi strategis satuan yang berada di kawasan selatan Pulau Jawa serta pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai kemungkinan ancaman.

“Kalian berada di tempat ini untuk menjaga pantai selatan Pulau Jawa Barat. Kamu berhadapan dengan negara tetangga dengan laut yang begitu luas yang kita tidak tahu ancaman yang akan datang seketika.”

Namun, tugas prajurit tidak berhenti pada aspek pertahanan. Keberadaan mereka di tengah masyarakat harus mampu menciptakan rasa aman dan nyaman sekaligus memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

“Kalian prajurit yang tinggal di sekitar rakyat, kalian harus tahu bagaimana membuat rakyat aman dan nyaman. Oleh karena itu, keberadaan kalian harus bermanfaat bagi rakyat di sekeliling kalian.”

Pesan tersebut menempatkan kedekatan dengan masyarakat sebagai bagian penting dari pelaksanaan tugas prajurit. Kehadiran TNI di tengah rakyat tidak hanya dituntut mampu menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan manfaat dan membangun kepercayaan masyarakat.

Menhan juga mengingatkan agar Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI tidak berhenti sebagai hafalan maupun simbol, tetapi diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.

“Sapta Marga tidak hanya diucapkan tapi harus dilaksanakan, Sumpah Prajurit bukan hanya diucapkan tapi dilaksanakan, 8 Wajib TNI bukan dipasang di tembok tapi dilaksanakan.”

Kekompakan dan loyalitas juga menjadi perhatian dalam pembinaan prajurit. Hubungan antara pimpinan dan bawahan, menurutnya, harus dibangun dengan loyalitas yang berjalan dua arah.

“Harus kompak, harus loyal kepada atasan, atasan juga loyal kepada bawahannya.”

Kehadiran Menhan RI di Yonif TP 842/BS sekaligus menjadi momentum untuk memberikan semangat kepada para prajurit dalam menjalankan tugas.

“Saya hadir di sini untuk memberikan semangat.”

Kehadiran Danrem 064/MY bersama jajaran pimpinan TNI di wilayah Banten memperkuat dukungan terhadap kesiapan Yonif TP 842/BS dalam menjalankan tugas pertahanan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah tugasnya.

Kunjungan tersebut menegaskan pentingnya kesiapan prajurit dalam menghadapi tantangan pertahanan sekaligus memastikan kehadiran TNI di tengah masyarakat benar-benar menghadirkan rasa aman, manfaat dan kepercayaan.(Red)

Berita Terkait

Back to top button
Djawara News