Kota Serang

Pasca-Kebakaran Ponpes An-Nabawiyah, Wali Kota Serang Bergerak Cepat Salurkan Bantuan

KOTA  SERANG,Djawaranews.com  – Musibah kebakaran yang menimpa Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nabawiyah bertempat di Lingkungan pakel pudak, kecamatan Cipocok Jaya, memantik respons cepat dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang. Wali Kota Serang, Budi Rustandi, turun langsung meninjau lokasi terdampak sekaligus membawa angin segar bagi pemulihan sarana pendidikan keagamaan di pesantren tersebut.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Serang ini bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan aksi nyata kepedulian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan generasi muda Islam.

Untuk memastikan roda kegiatan belajar mengajar (KBM) di ponpes tidak lumpuh total, Budi Rustandi menyerahkan paket bantuan logistik dan finansial secara simbolis. Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi taktis antara Pemkot Serang dan berbagai lembaga sosial, yang meliputi:
40 Eksemplar Al-Qur’an: Dikemas dalam dua dus siap pakai, bantuan ini merupakan hasil kerja sama Pemkot Serang dengan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA).

Dana Tunai Rp10 Juta: Disalurkan langsung melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kota Serang untuk membantu renovasi awal bangunan yang rusak.

“Alhamdulillah, bantuan bisa langsung terealisasi hari ini. Kami berharap paket Al-Qur’an dan dana tunai ini dapat langsung mengurangi beban yayasan serta masyarakat yang terdampak musibah,” ujar Budi Rustandi dengan nada optimis, Senin (22/06/2026).

Budi menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan fisik ponpes. Dana stimulan yang diberikan diharapkan menjadi pemantik bagi pihak yayasan dan gotong-royong masyarakat untuk membangun kembali fasilitas yang runtuh dilalap api.

“Harapan saya, fasilitas pondok bisa segera dibangun kembali agar santri bisa nyaman belajar lagi. Pendidikan tidak boleh berhenti, karena dari sinilah ilmu-ilmu Nabi disyiarkan untuk menuntun kita ke jalan kebenaran,” tuturnya secara konstruktif.

Tidak hanya membawa bantuan, Wali Kota Serang juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi preventif yang krusial bagi seluruh warga. Belajar dari insiden ini, ia mengimbau masyarakat untuk melipatgandakan kewaspadaan terhadap potensi pemicu kebakaran di lingkungan sekitar.

Ia mengingatkan bahwa hal-hal kecil yang kerap dianggap sepele justru sering menjadi bumerang yang menghanguskan harta benda.

“Saya minta semua warga lebih berhati-hati. Jangan sembarangan membakar sampah atau bermain api. Satu hal yang sering disepelekan adalah penggunaan obat nyamuk bakar yang melingkar itu. Biasanya saat kita tidur, kita lengah, dan di situlah api bisa merembet ke mana-mana hingga memicu kebakaran besar. Mari kita saling menjaga,” pungkas Budi menutup imbauannya.

Melalui gerak cepat ini, Pemkot Serang menunjukkan komitmennya bahwa di tengah musibah, negara hadir tidak hanya untuk mengobati, tetapi juga untuk mengedukasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.(Trg)

Berita Terkait

Back to top button
Djawara News