Kota Serang

Tanpa Bebani APBD, Pemkot Serang Resmi Luncurkan Aplikasi Serang Digital, Dorong Transformasi Pelayanan Publik

SERANG KOTA,Djawaranews.com – Dalam rangka mewujudkan transformasi pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang resmi meluncurkan aplikasi pelayanan terintegrasi bernama Serang Digital.

Acara peluncuran tersebut diselenggarakan di Ballroom Hotel Horison Ultima Ratu Serang, Senin 25 Mei 2026.

Langkah inovatif ini merupakan implementasi nyata dari penjabaran 13 program prioritas Pemkot Serang yang dipimpin Wali Kota Serang Budi Rustandi dan Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang, Asep Setiawan, dalam laporannya menegaskan bahwa pengembangan aplikasi ini terlaksana tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Kegiatan launching ini dilaksanakan secara non-APBD. Alhamdulillah, ini merupakan komitmen Pak Wali Kota Serang, yang didukung penuh oleh Universitas Primagraha (UPG) sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata Asep.

Aplikasi Serang Digital dirancang untuk memangkas birokrasi dan antrean panjang masyarakat dalam mengurus berbagai keperluan administrasi.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyampaikan bahwa inovasi ini akan mengintegrasikan berbagai layanan instansi negara dalam satu genggaman.

“Ke depannya masyarakat tidak perlu mengantri ke Disdukcapil, mengantri ke Disnaker terkait melamar pekerjaan, atau membuat surat kelakuan baik di kepolisian,” katanya.

“Sekarang di Kota Serang sudah lengkap. Digitalisasi cukup melalui handphone, semua urusan selesai,” papar Wali Kota Budi.

Selain fokus pada transformasi digital, Wali Kota Serang juga menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat realisasi program Serang Cerdas.

Program ini menargetkan pencapaian satu sarjana di setiap kelurahan, dan akan dikembangkan menjadi satu dokter di setiap kecamatan pada tahun 2027.

Di hadapan jajarannya, Budi Rustandi menekankan pentingnya ritme kerja yang cepat dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia tidak segan untuk mengevaluasi jajaran birokrasi yang dinilai lambat dalam mengeksekusi program pelayanan publik.

“Kebiasaan lama dibuang, kebiasaan baru harus sat-set. Saya lebih baik mengorbankan satu pejabat daripada mengorbankan pelayanan publik. Karena di era kita ini trennya adalah kerja nyata,” tegasnya.

Ia juga menambahkan komitmen penuhnya sebagai pimpinan daerah untuk melayani masyarakat.

“Selama saya masih bernapas, saya terus bekerja untuk Kota Serang. Setiap ada masalah, saya pastikan berada di garda terdepan,” katanya.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Wali Kota Serang mencatat sejumlah progres pembangunan fisik yang signifikan berkat efisiensi anggaran dan kolaborasi non APBD.

Pembangunan yang sudah dilakukan seperti proyek betonisasi, perbaikan drainase, revitalisasi Pasar Kepandean, hingga penataan kawasan Royal Baroe yang kini telah menerapkan sistem kabel bawah tanah.

Seiring dengan meningkatnya iklim investasi di Kota Serang, Pemkot juga mengeluarkan kebijakan strategis untuk melindungi angkatan kerja daerah.

Merespons tingginya antusiasme para pencari kerja lokal terhadap dibukanya beberapa sektor usaha baru, Budi menggarisbawahi pentingnya prioritas bagi warga setempat.

“Saya prioritaskan 80 persen tenaga kerja di sektor investasi baru wajib diisi oleh warga Kota Serang,” katanya.

“Pemerintah wajib memfasilitasi dan membuka lapangan pekerjaan sebesar-besarnya untuk memakmurkan masyarakat kita,” ucapnya.(Trg)

Berita Terkait

Back to top button
Djawara News