
KOTA SERANG — Upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana terus didorong DPRD Kota Serang. Hal ini terlihat saat Komisi II DPRD Kota Serang menerima audiensi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Wilayah Pertahanan (Wilhan) Perwira Siswa (Pasis) Dikreg Seskoad Tahun 2026 dari Korem 064/Maulana Yusuf, di Ruang Rapat Aspirasi, Selasa (7/4/2026).
Audiensi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan perspektif antara unsur legislatif, pemerintah daerah, dan TNI dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih terpadu.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, AKBP (Purn) Edi Irianto, S.H., M.M., menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antar lembaga.
“Bencana adalah urusan bersama. Dibutuhkan koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, TNI, dan seluruh stakeholder agar respons yang dilakukan benar-benar cepat dan tepat,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari pola koordinasi antarinstansi, kesiapan sumber daya manusia, hingga pentingnya integrasi data dan informasi kebencanaan di Kota Serang.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, H. Diyat Hermawan, turut memaparkan kondisi dan tantangan yang dihadapi di lapangan, termasuk perlunya penyempurnaan mekanisme kerja agar lebih responsif terhadap situasi darurat.
Sementara itu, perwakilan Seskoad menyampaikan bahwa kegiatan KKL Wilhan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi para perwira siswa, tetapi juga sebagai wadah untuk memberikan kontribusi pemikiran strategis dalam memperkuat ketahanan wilayah, khususnya dalam aspek penanggulangan bencana.
Melalui audiensi ini, DPRD Kota Serang berharap terbangun kesamaan langkah dan komitmen bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan daerah, sehingga risiko bencana dapat diminimalisir dan penanganannya semakin optimal di masa mendatang. ***







