
Serang, Djawaranews.com – Manajemen Rumah Sakit dr. Drajat Prawiranegara atau RSDP Serang membantah telah menelantarkan pasien baik balita maupun lansia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Senin, 13 April 2026 atas pemberitaan media online.
RSDP memastikan, bagi pasien dengan kondisi yang mengancam nyawa akan menjadi prioritas utama untuk segera mendapatkan tindakan, terlepas dari ketersediaan tempat tidur.
Berikut tanggapan resmi Manajemen RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang, menanggapi pemberitaan terkait pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), manajemen RSUD Dradjat Prawiranegara menyampaikan bahwa kami memahami dan menaruh perhatian serius terhadap keluhan yang disampaikan oleh keluarga pasien.
Pada prinsipnya, seluruh pasien yang datang ke IGD tetap dilakukan triase medis sesuai tingkat kegawatdaruratannya. Pasien dengan kondisi yang mengancam nyawa akan menjadi prioritas utama untuk segera mendapatkan tindakan, terlepas dari ketersediaan tempat tidur.
Adapun kondisi yang terjadi pada saat kejadian tidak terlepas dari tingginya tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) rumah sakit yang saat ini berada pada kisaran 90–95 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar ruang perawatan dalam kondisi penuh, sehingga berdampak pada keterbatasan alur pemindahan pasien dari IGD ke ruang rawat inap.
Kami menyadari bahwa kondisi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan, khususnya bagi pasien dan keluarga yang menunggu. Namun demikian, perlu kami tegaskan bahwa pelayanan medis awal tetap menjadi prioritas utama, dan tidak ada pasien yang diabaikan tanpa penilaian klinis oleh tenaga medis.
Sebagai langkah perbaikan, manajemen rumah sakit saat ini sedang melakukan: Optimalisasi manajemen tempat tidur (bed management) secara real-time, Penguatan sistem triase dan percepatan alur pelayanan IGD, Koordinasi antar unit pelayanan untuk mempercepat ketersediaan ruang rawat, Evaluasi kebutuhan penambahan kapasitas tempat tidur dan sarana prasarana
Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan serta memastikan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama. Masukan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan di rumah sakit.
Demikian tanggapan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kepercayaan masyarakat, kami ucapkan terima kasih. (Trg)







