Jangan Langsung Dibuang, DLH Kota Tangerang Ajak Warga Olah Sisa Makanan Jadi Kompos

Kota Tangerang,Djawaranews.com – Sisa makanan yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari di rumah tangga masih menjadi salah satu penyumbang terbesar timbulan sampah di Kota Tangerang. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup, sampah makanan menyumbang 57,65 persen dari total sampah yang tercatat di Kota Tangerang.
”Data tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk mulai mengubah kebiasaan dalam mengelola sampah, khususnya sisa makanan dari dapur. Sampah organik yang langsung dibuang dan tercampur dengan sampah lainnya dapat menyulitkan proses pemilahan, menimbulkan bau tidak sedap, serta menghasilkan gas metana ketika terurai dalam kondisi minim oksigen di tempat pemrosesan akhir (TPA),” papar Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana, Selasa (27/10/26).
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah mengolah sisa makanan menjadi kompos. Cara ini dapat membantu mengurangi volume sampah yang dibuang sekaligus menghasilkan bahan organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan tanaman.
”Sebelum diolah, masyarakat perlu memisahkan sampah makanan dari sampah anorganik seperti plastik, kaca dan logam. Pemilahan sejak dari rumah akan mempermudah proses pengolahan dan menjaga kualitas bahan organik yang akan dijadikan kompos,” katanya.
Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengolah sampah makanan menjadi kompos:
1. Pisahkan sisa makanan dari sampah lain
Mulailah dengan menyediakan wadah khusus untuk sisa sayuran, kulit buah, ampas kopi, dan bahan organik lainnya. Hindari mencampurkannya dengan plastik, kemasan makanan, serta sampah lain yang sulit terurai.
2. Olah sampah organik menjadi kompos
Sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering dapat diolah melalui metode pengomposan di rumah. Campurkan bahan organik basah dengan bahan kering seperti daun gugur atau kertas tanpa lapisan plastik, kemudian jaga kelembapan dan sirkulasi udaranya agar proses penguraian berjalan dengan baik.
Namun, tidak semua sisa makanan cocok untuk kompos rumahan biasa. Daging, tulang, produk susu, serta makanan berminyak sebaiknya tidak dimasukkan ke wadah kompos sederhana karena dapat menimbulkan bau dan mengundang hama.
3. Kurangi sampah makanan sejak awal
Selain mengolah sisa makanan, masyarakat juga dapat mencegah timbulan sampah dengan merencanakan menu, berbelanja sesuai kebutuhan, menyimpan bahan makanan dengan benar, serta mengambil porsi makan secukupnya. Langkah ini membantu mengurangi makanan yang terbuang sebelum sempat dikonsumsi.
4. Manfaatkan kompos untuk tanaman
Kompos yang telah matang dapat digunakan sebagai campuran media tanam untuk tanaman hias, sayuran, maupun tanaman di pekarangan rumah. Dengan begitu, sisa makanan tidak hanya berakhir sebagai sampah, tetapi dapat kembali memberikan manfaat bagi lingkungan.
Pengelolaan sampah dari rumah menjadi langkah penting dalam mendukung upaya pengurangan sampah di Kota Tangerang. Kebiasaan memilah, mengolah dan mengurangi sampah makanan dapat dimulai oleh setiap keluarga tanpa harus menunggu perubahan besar.(Ad)







