EdukasiPandeglang
Trending

Dari Guru Bantu ke ASN, Kisah Pengabdian Masitoh di Dunia Pendidikan

PANDEGLANG – Sosok Masitoh menjadi inspirasi di dunia pendidikan setelah 26 tahun mengabdi sebagai guru di SDN Karyawangi 2, Kabupaten Pandeglang, Banten. Dedikasinya dalam mencerdaskan anak bangsa menjadikannya panutan bagi murid maupun rekan sejawat.

Masitoh, ibu dari dua anak, memulai pengabdiannya pada tahun 2000 sebagai guru bantu di SDN Banjarwangi 1, Kecamatan Pulosari. Saat itu, ia hanya menerima upah sebesar Rp7.500. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus mengajar.

“Saat itu saya mengabdi dengan upah Rp7.500 dari dewan guru melalui kepala sekolah. Tapi bukan itu tujuan saya. Saya ingin memberikan ilmu terbaik bagi anak didik,” ujar Masitoh, Selasa (21/4/2026).

Dengan tekad kuat untuk mencerdaskan generasi muda, Masitoh terus melanjutkan pengabdiannya hingga akhirnya pada pertengahan 2000-an mendapat kesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ditempatkan di wilayah Panimbang.

Beberapa tahun kemudian, ia kembali ke kampung halamannya dan melanjutkan tugas di SDN Karyawangi 2. Di sekolah tersebut, Masitoh dikenal sebagai guru yang penuh keikhlasan dalam mendidik siswa.

“Di sini saya berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan anak-anak didik saya,” tuturnya.

Selama puluhan tahun mengajar, Masitoh telah melahirkan banyak alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang, mulai dari guru, pegawai negeri, hingga tenaga kesehatan. Baginya, kebahagiaan terbesar adalah ketika para mantan murid masih mengingat jasa gurunya.

“Alhamdulillah, banyak alumni yang berhasil. Bahkan saat saya sakit, ada mantan murid yang datang merawat saya. Itu kebahagiaan tersendiri,” ungkapnya haru.

Kepala SDN Karyawangi 2, Ade Mutaqin, menyebut Masitoh sebagai sosok teladan di lingkungan sekolah. Menurutnya, Masitoh tidak hanya berdedikasi dalam mengajar, tetapi juga mampu memberikan motivasi bagi guru lainnya.

“Bu Masitoh adalah panutan bagi murid dan guru. Beliau sosok yang profesional, mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif, serta memberikan energi positif di lingkungan sekolah,” kata Ade.

Ia bahkan menyebut Masitoh sebagai sosok Kartini masa kini yang tak lelah menerangi generasi melalui pendidikan, sejalan dengan semangat Raden Ajeng Kartini.

Pengabdian panjang Masitoh menjadi bukti bahwa semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang” terus hidup di setiap generasi. Melalui dedikasi tanpa lelah, ia telah menjadi bagian penting dalam mencetak masa depan anak bangsa. (Den)

Berita Terkait

Back to top button
Djawara News