PP-PMI dan hmi kolega Ultimatum Kapolri: Ganti Dirlantas Bengkulu atau Kami Menginap di Mabes Polri

JAKARTA, djawaranews.com – Pengurus Pusat Perkumpulan Mahasiswa Indonesia (PP-PMI), dan Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat legoso Raya kembali menggelar aksi unjuk rasa jilid II di depan Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri), Selasa (28/7/2026). Aksi tersebut merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang menyuarakan penolakan terhadap pengangkatan Direktur Lalu Lintas Polda Bengkulu dikarenakan rekam jejak etik yang bermasalah
Dalam aksinya, massa PP-PMI menyampaikan keberatan atas pengangkatan pejabat tersebut dengan alasan yang bersangkutan dinilai memiliki rekam jejak etik yang menurut mereka tidak sejalan dengan integritas jabatan strategis di lingkungan Polri. Para demonstran mendesak Kapolri untuk mengevaluasi kebijakan tersebut dan meminta Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (AS SDM) melakukan pergantian pejabat dimaksud karena pernah melakukan pelecehan seksual.
Aksi berlangsung di depan Mabes Polri dan sempat menyebabkan arus lalu lintas melambat. Massa aksi membentangkan spanduk serta mengajak para pengguna jalan yang melintas untuk membunyikan klakson sebagai bentuk dukungan terhadap tuntutan mereka. Ajakan tersebut disambut oleh sejumlah pengendara yang membunyikan klakson saat melintas di lokasi aksi.
Sebagai bagian dari aksi simbolik, massa PP-PMI juga membakar sebuah bra (BH). Menurut koordinator aksi, tindakan tersebut dimaksudkan sebagai simbol perlawanan terhadap kebijakan yang mereka nilai tidak memberikan pesan tegas terhadap pelanggaran etik maupun moral yang pernah menjadi perhatian publik.
Dalam orasinya, Ketua Umum PP-PMI, Ali Moma, menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan kembali menggelar aksi dengan skala yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons.
“Kami memberikan waktu kepada Kapolri untuk mengevaluasi kebijakan ini. Apabila hingga Selasa, 4 Agustus 2026, belum ada langkah konkret berupa perintah kepada AS SDM untuk melakukan pergantian Dirlantas Polda Bengkulu, maka kami akan kembali turun ke jalan dan menggelar aksi menginap di depan Mabes Polri sebagai bentuk keseriusan perjuangan kami,” ujar Ali Moma dalam orasinya.
PP-PMI berharap tuntutan mereka menjadi perhatian pimpinan Polri dan mendorong adanya evaluasi terhadap mekanisme penempatan pejabat, khususnya pada jabatan-jabatan strategis yang dinilai harus mencerminkan integritas, profesionalisme, dan kepercayaan publik. (Red)







