DLH Kabupaten Serang Perluas Bank Sampah, Tanamkan Budaya Pilah Sampah sejak Sekolah

SERANG, DJAWARANEWS.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang terus memperkuat pengelolaan sampah melalui pengembangan bank sampah dan edukasi lingkungan kepada masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi timbulan sampah dari sumbernya sekaligus membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan sejak dini.
Di bawah kepemimpinan Kepala DLH Kabupaten Serang Sarudin, didampingi Sekretaris Bagja Saputra, berbagai program terus dikembangkan dengan melibatkan pemerintah desa, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat.
Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Jumlah Bank Sampah Meningkat
Pengembangan bank sampah di Kabupaten Serang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data DLH, jumlah bank sampah meningkat dari 48 unit pada 2024 menjadi 65 unit pada 2025, kemudian mencapai 84 unit pada 2026.
Dengan demikian, terdapat penambahan sebanyak 36 unit dalam dua tahun terakhir. Dari total tersebut, sebanyak 75 unit atau sekitar 89,3 persen telah aktif beroperasi, sedangkan sembilan unit lainnya masih belum aktif.
Kepala DLH Kabupaten Serang Sarudin mengatakan, peningkatan jumlah bank sampah perlu diikuti dengan penguatan pengelolaan agar seluruh unit dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Untuk sembilan unit lainnya, atau sekitar 10,7 persen, statusnya belum aktif,” ujar Sarudin, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, bank sampah memiliki peran strategis dalam mengurangi sampah sejak dari sumbernya, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah sampah, serta mengoptimalkan pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
“Kita mendorong pengembangan bank sampah untuk mengurangi timbulan sampah dari sumbernya, meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, memanfaatkan nilai ekonominya, serta membangun budaya pengelolaan sampah yang lebih baik,” katanya.
DLH berharap bank sampah tidak hanya bertambah secara kuantitas, tetapi juga semakin optimal dalam operasionalnya. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mengurangi beban pengangkutan dan pembuangan sampah ke tempat pemrosesan akhir.
Sosialisasi Menjangkau 19 Titik
Selain mengembangkan bank sampah, DLH Kabupaten Serang juga memperluas edukasi pengelolaan sampah melalui kegiatan sosialisasi di 19 titik sepanjang 2026.
Kegiatan tersebut menjangkau sejumlah kecamatan dan desa dengan materi seputar pemilahan sampah rumah tangga, pengembangan bank sampah, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Sarudin menjelaskan, sosialisasi menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran masyarakat agar pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan rumah tangga.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah rumah tangga, pengembangan bank sampah, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat,” tuturnya.
Ia menegaskan, keberhasilan pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah desa, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan dapat bersinergi menjaga keberlangsungan bank sampah, mulai dari pengumpulan dan pemilahan hingga pemanfaatan sampah yang masih bernilai.
“Bank sampah diharapkan semakin aktif, dikelola dengan baik, serta memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat,” paparnya.
Tanamkan Kepedulian Lingkungan kepada Pelajar
Tidak hanya menyasar masyarakat umum, DLH Kabupaten Serang juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).
Program pembinaan tersebut menyasar jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat, baik negeri maupun swasta.
Melalui program ini, para pelajar dibiasakan memahami pentingnya mengurangi sampah dari sumbernya, memilah sampah organik dan anorganik, membuat kompos, serta menerapkan prinsip 3R, yaitu reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang).
Menurut Sarudin, edukasi tersebut penting agar para pelajar mampu memahami bahwa sampah yang dikelola dengan benar dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
“Materi tersebut diberikan agar sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali,” katanya.
DLH juga memberikan pembinaan kepada anggota Pramuka yang tergabung dalam Satuan Karya (Saka) Kalpataru. Pembinaan meliputi tiga bidang, yakni Krida 3R, Krida Keanekaragaman Hayati, dan Krida Perubahan Iklim.
Melalui kegiatan tersebut, anggota Pramuka diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menjadi pelopor perilaku ramah lingkungan di tengah masyarakat.
Sarudin berharap kebiasaan memilah sampah yang ditanamkan di sekolah dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan keluarga.
“Anak-anak sekolah kita dorong menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Kabupaten Serang yang bersih, sehat, dan berkelanjutan menuju Serang Bahagia,” tuturnya.
Dengan penguatan bank sampah, perluasan sosialisasi, serta pembinaan pelajar dan Pramuka, DLH Kabupaten Serang optimistis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah semakin meningkat. Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat Kabupaten Serang. (Trg)







