Kota Serang
Trending

Cegah Hoax dan AI Liar, Pemkot Serang Bekali 100 Pelajar SMP Skill Digital dan Artificial Intelligence

KOTA SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang bergerak cepat menjawab tantangan era digital. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkot menggelar pelatihan Digital Skill dan Artificial Intelligence (AI) untuk pelajar SMP di Ruang Co-Work Space Diskominfo, Selasa (27/10).

Pelatihan yang diikuti 100 pelajar SMP-MTs ,Negeri dan Swasta se-Kota Serang ini ditinjau langsung oleh Wali Kota Serang, Budi Rustandi.

Wali Kota Budi menegaskan, pelatihan ini bukan sekadar mengenalkan teknologi, tetapi membekali generasi muda agar cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial dan AI.

“Di Kota Serang, yang di SMP baik swasta ataupun negeri. Dan ini mudah-mudahan sangat bermanfaat. Dan tentu ini akan bermanfaat kepada anak kita yang sudah siap teknologi mengikuti zaman,” ujar Budi.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh diam melihat masifnya penggunaan AI dan banjir informasi di kalangan remaja. Jika tidak diedukasi, teknologi justru bisa menjerumuskan ke hal negatif.

“Agar mereka tidak jangan sampai ke yang negatifnya. Makanya kita pakai pelatih. Ini dalam rangka untuk mengawasi dan mengajarkan anak-anak agar ketika menggunakan AI ini tidak liar tapi yang positif. Nah, justru kalau pemerintah diam mereka malah tidak baik,” tegasnya.

Budi berharap, bekal ini membuat pelajar mampu memfilter berita hoax maupun gambar-gambar rekayasa AI yang kini semakin sulit dibedakan.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Serang menjelaskan, pelatihan ini dibagi dua kelas selama dua hari agar lebih efektif. Peserta direkrut melalui aplikasi Serang Digital, super-app milik Pemkot Serang.

“Tujuannya agar para pelajar ini bukan hanya bisa menggunakan digitalisasi secara canggih tapi bisa juga memanfaatkan, apa sih dampak baik buruknya. Jangan asal menggunakan AI sembarangan tanpa tahu ini benar atau tidaknya,” jelasnya.

Dipilihnya pelajar SMP, lanjut dia, karena mereka adalah calon penerus generasi yang paling melek digital dan paling rentan terpapar konten negatif.

“Karena kan anak-anak pelajar ini adalah calon penerus generasi yang memang lebih melek ke digital,” katanya.

Adapun materi yang diajarkan meliputi metode dasar literasi digital, cara membedakan konten asli buatan manusia dengan konten buatan AI, serta etika penggunaan AI untuk belajar yang lebih efektif, inovatif, dan kreatif.

“AI itu sendiri kan seperti sahabat kita yang memang mereka rajin membaca buku ya, tapi seperti juga manusia halnya mereka juga bisa salah. Jadi bagaimana caranya bahwa ini salah ini benar,” ujarnya.

Setelah pelatihan, kata dia seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat yang bisa menjadi bekal prestasi saat melanjutkan ke jenjang SMA.

“Ke depan, program serupa akan diperluas untuk jenjang SMA dan masyarakat umum,” ucapnya

perlu disampaikan bahwa Langkah ini menjadi bukti komitmen Pemkot Serang untuk tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun ketahanan digital generasi mudanya agar siap bersaing di masa depan tanpa terseret arus disinformasi. (Trg)

Berita Terkait

Back to top button
Djawara News