Advertorial
Trending

PAD Kota Serang Diproyeksi Rp553,24 Miliar, Kapasitas Fiskal Didorong untuk Percepat Pembangunan

KOTA SERANG Djawaranews.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus mendorong penguatan kapasitas fiskal daerah sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam APBD Tahun Anggaran (TA) 2026, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang diproyeksikan mencapai Rp553,24 miliar. Angka tersebut berada di atas target PAD yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Serang 2025–2030 sebesar Rp412,92 miliar.

Artinya, proyeksi PAD 2026 lebih tinggi sekitar Rp140,31 miliar dibandingkan target yang sebelumnya ditetapkan dalam RPJMD untuk tahun yang sama.

Kepala Bapperida Kota Serang, W. Hari Pamungkas, menjelaskan perbedaan tersebut berkaitan dengan dasar penyusunan RPJMD yang menggunakan kondisi awal atau baseline tahun 2025. Sementara itu, ketika APBD 2026 disusun, kondisi ekonomi dan investasi Kota Serang menunjukkan perkembangan yang lebih positif.

“RPJMD itu memiliki rentang periode 2025 sampai 2030, artinya disusun menggunakan database baseline 2025. Nah ternyata pada saat di 2026 kita susun, perkembangan pertumbuhan ekonomi bagus sehingga pada saat menyusun APBD di 2026 itu PAD sudah di angka Rp553 miliar,” kata Hari saat ditemui di Puspemkot Serang, Selasa (1/9/2026).

Menurut Hari, peningkatan proyeksi pendapatan tersebut turut memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian pada sisi belanja. Meski demikian, pengalokasian anggaran tetap diarahkan pada program yang menjadi prioritas dan mendukung pencapaian indikator kinerja pemerintah daerah.

“Diikuti dengan kenaikan belanja. Belanja juga kita lihat mana yang sifatnya prioritas, kemudian mendukung indikator kinerja pemerintah daerah, baik secara makro maupun secara mikro yang dikelola masing-masing,” ujarnya.

Hari menambahkan, perubahan pendapatan daerah dalam APBD tidak semata-mata berasal dari PAD. Terdapat pula penyesuaian pada komponen pendapatan transfer serta sejumlah pendapatan lainnya yang mengalami estimasi peningkatan.

“Beberapa item yang berubah dari sisi bukan PAD, tapi dari pendapatan transfer sama satu lagi itu ada estimasi yang naik sedikit,” jelasnya.

Pemkot Serang optimistis target pembangunan yang telah ditetapkan dalam RPJMD dapat terus dikejar melalui perencanaan dan evaluasi yang dilakukan secara berkala.

Penguatan pendapatan daerah juga diharapkan berjalan beriringan dengan efektivitas belanja. Dengan demikian, peningkatan kapasitas fiskal tidak hanya tercermin dalam angka APBD, tetapi benar-benar memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Wali Kota Serang Budi Rustandi mengapresiasi kinerja seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) yang terus berupaya meningkatkan pendapatan sekaligus mendorong pembangunan daerah.

“Saya sangat mengapresiasi para kepala OPD yang semangat berjuang bersama saya untuk memajukan Kota Serang,” ujar Budi.

Budi berharap peningkatan kapasitas fiskal tersebut dapat memperkuat pemerintahan bersama Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia dalam merealisasikan visi pembangunan selama lima tahun masa kepemimpinan.

“Mudah-mudahan ini bisa selesai di 5 tahun saya menjabat dengan Pak Agis. Mudah-mudahan dengan izin dan ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala, Kota Serang bisa maju, masyarakatnya bisa sejahtera dan bahagia,” katanya.

Menurut Budi, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata dilihat dari besarnya pendapatan dan belanja pemerintah daerah. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu menghasilkan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

Salah satunya melalui peningkatan investasi yang diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Kota Serang.

“Dengan adanya investasi, tentunya banyak masyarakat yang bisa melamar pekerjaan, lapangan pekerjaan akan lebih luas lagi. Tapi tentu juga harus bisa sama-sama menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.

Budi menegaskan, pembangunan Kota Serang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat perlu bergerak bersama agar target pembangunan yang telah dituangkan dalam RPJMD dapat diwujudkan.

“Target saya adalah di pemerintahan saya dan Pak Agis ini, bagaimana Kota Serang ini layak menjadi ibu kota. Itu hal yang sesungguhnya yang harus kita perjuangkan,” tuturnya.

Di sisi lain, berdasarkan data Portal SIKD Kementerian Keuangan RI, hingga 31 Agustus 2026 realisasi PAD Kota Serang tercatat Rp243,85 miliar dari target Rp553,24 miliar. Dengan demikian, realisasi tersebut mencapai sekitar 44,08 persen dari target PAD 2026.

Capaian tersebut menjadi tantangan bagi Pemkot Serang untuk terus mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah hingga akhir tahun anggaran. Optimalisasi pendapatan juga perlu diimbangi dengan pengelolaan belanja yang efektif agar setiap rupiah anggaran memberikan dampak terhadap program prioritas.

Dengan penguatan PAD dan kapasitas fiskal yang semakin baik, Pemkot Serang menargetkan pembangunan dapat berjalan lebih akseleratif, pelayanan publik meningkat, investasi semakin berkembang, lapangan kerja bertambah, serta manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Penguatan fiskal pada akhirnya bukan sekadar soal meningkatkan pendapatan daerah, melainkan menjadi instrumen penting untuk mewujudkan Kota Serang yang semakin maju, layak, dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. (Adv)

Berita Terkait

Back to top button
Djawara News